Menjadi Orang Waras yang Agak Gila

Standard

Beberapa hari lalu di Daerah Istimewa Jogjakarta saya mendapat wejangan oleh dua orang senior saya di bidang filsafat yang keduanya sudah bergelar profesor doktor. Banyak Hal kebangsaan yang dibahas namun ada beberapa hal yang menggelitik pikiran sehingga saya buatkan sebuah catatan resmi GSP.

Suatu saat diadakanlah kontes lari santai secara mendadak dan pesertanya hanya dua orang satunya gila dan satunya waras. Larinya pun ga tanggung-tanggung jaraknya 25KM.

Ketika ini diungkapkan konstetan yang waras mulai berpikir sepatu apa yang mesti dipakai, beli dimana, baju yg mesti dipakai supaya tidak panas, perlukah topi? Perlukah earpod (bluetooth atau kabel?) perlukah membawa air minum? Atau siapkan uang utk belanja di tengah jalan? Perlukan ambulance supaya ada penjaga ketika pingsan? Bawa hape? Baterenya abis ga diperjalanan, habislah waktu setengah hari untuk membuat pertanyaan baru dan mencari jawabannya…

Baru dia sadari ternyata si kontestan yang gila itu sudah hilang. Ternyata si gila ini begitu diberikan pengarahan atau satu target finish lari 25Km itu tanpa berpikir dia lari duluan (anggep lah si gila ini agak paham penjelasan target lokasi finish itu, hehe). Singkat cerita si waras ternyata jauh tertinggal di tempat start dan si gila hanya menyisakan jarak 2Km dari finish.

Orang waras akan berhitung dan berpikir 25 km jarak yg jauh. Orang gila tidak akan berpikir dan jalan dan akan mencapai 25 km tanpa pikir panjang.

Persis seperti bisnis banyak yg bilang pengusaha sukses itu gila karena bertindak diluar nalar. Saya pun mendapatkan pertanyaan yang sama oleh salah satu pembeli perumahan saya di Kota Malang. Pertanyaannya “Pak Gede berapa kali liat lokasi ini sebelum memutuskan membeli?”

Jawab Saya “Satu Kali dan itu Malam Hari”

Lalu dia Berkata “Bapak Gila ya…”

(Dalam hati gue berpikir, kayaknya bener deh gue dah Gila..”, haha. Receh)

Jadi pengusaha kadang ya mesti agak gila sedikit. Kadang kita murni mengandalkan insting naluri kita yang selama ini sudah diasah, atau murni bertindak dulu lalu melihat segala sesuatunya sambil berjalan, ataupun mencarikan solusi terhadap masalah yang muncul sambil menjalani kegiatan atas keputusan yang sudah kita ambil.

Semua orang waras pun mampu merubah mindset kita menjadi gila sesaat. Maksudnya berani ambil keputusan untuk menjalankan ga usah banyak mikir. Segala resiko itu kemungkinan, segala masalah yang kita pikirkan itu baru sebatas kemungkinan, yang pasti kalo kita tidak bertindak TIDAK AKAN TERJADI APA-APA.

Dengan kata lainOrang waras takut resiko, Orang gila hantam kromo.

Oleh karena itu jadilah pengusaha yg gila disaat yg tepat, terus caranya??? Belajarlah juga dengan orang gagal Belajar pengalaman itu tidak hanya dari orang sukses karena kegagalan itu adalah sebuah cerita dan pengalaman yang maknanya banyak bisa kita petik terutama penyebabnya, sehingga kita bisa menghindari lubang kegagalan tersebut ketika kita berada di posisi itu. Karena kata Orang-orang dulu Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda.

Salam GSP

Mohon Maaf para profesor tersebut tidak bersedia disebutkan namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s