Ketika Ekonomi Terjerembab Gaya Gravitasi

Standard

Perekonomian belakangan ini terkesan suram, data ekonomi pemerintah beberapa ada yg menunjukkan peningkatan, tetapi data ekonomi politisi oposisi menunjukkan penurunan.

Tahun politik membuat berita ekonomi menjadi simpang siur, hutang bertambah lah, pembayaran hutang terlalu tinggi lah, beban infrastruktur akibat hutang.

Namun pemerintah berkelak beban hutang masih ideal, ini adalah akibat pemerintahan masa lalu, dll..

Akibatnya Masyarakat kebingungan..

Beberapa hari yg lalu saya bertemu beberapa pimpinan bank dari pusat (jakarta) berkunjung mereka menanyakan bisnis properti yg mengalami kelesuan, dalam hati saya berpikir apa yg terjadi ini? Kenapa semua beranggapan ekonomi lesu?

Padahal di segala situasi dan kondisi ekonomi ada peluang usaha bahkan bibit keuntungan baru yang bisa kita dapat.

Contoh saja properti itu tidak akan pernah mati semua orang pasti perlu rumah tinggal pengembang membuat rumah dengan harga yang mampu dibeli oleh konsumen, (caranya?) contoh ya tanahnya diperkecil, bangunannya dibuat semi finish, dan sebagainya..

Orang berpikir ekonomi masih lesu tapi kenapa travel fair selalu ramai, bahkan sold out setiap pameran travel ini dilakukan? Karena mereka berinovasi, beradaptasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Usaha2 retail mengalami kelesuan? Kenapa mereka tidak mulai berjualan online? Terus terang sekarang saya pun membeli barang yang saya inginkan secara online jadi ga perlu repot menghabiskan waktu ke toko retail lagi.

Pada dasarnya tidak ada alasan untuk tidak beradaptasi dan berinovasi untuk usaha kita sendiri,

Karena ketika usaha kita sendiri tidak berjalan baik itu pasti salah kita bukan salah orang lain, bukan salah presidennya siapa, tapi memang kita yang tidak mampu mengikuti perkembangan.

Hal ini juga dialami masyarakat saat ini, kembali kepada cerita saya tadi mengenai kunjungan pimpinan bank dari jakarta itu. Kebanyakan masih berpikir ekonomi lesu.

Ketika mindsetnya berpikir lesu semua akan terlihat lesu. Contoh begitu lewat sebuah jalan protokol provinsi terlihat sepi lalu kita beranggapan karena ekonomi lesu, padahal yang namanya traffic itu tidak selalu padat, tergantung jam, apalagi kalau jam sekolah dan lokasinya dekat sekolah ya pasti padat.

Ini adalah akibat mindset kita yang terbawa Gravitasi dan generalisasi. Kita semua mesti segera merubah mindset2 negatif seperti ini.

Saya pernah membaca sebuah buku di dalam buku tersebut tertulis, Ketika kita menulis TIDAK BISA dalam sebuah kertas, maka sampai kapan pun tidak akan berubah menjadi BISA kecuali kita menghapus kata TIDAK-nya.

Mulai saat ini bagi semua yang beruntung membaca blog ini sudah saatnya anda DEFYING GRAVITY.. Saatnya anda untuk berdiri dan tidak percaya akan segala takhayul tentang kelesuan ekonomi, jangan mau terbawa Gravitasi yang negatif.

Tunjukkanlah bahwa di segala situasi ekonomi anda mampu tetap survive, beradaptasi. Kini saatnya anda mempengaruhi orang lain dan menariknya dari tarikan Gravitasi Negatif tersebut, saatnya kita bergerak memajukan Ekonomi Indonesia Menjadi Lebih Baik Lagi.

Merdeka!!!

Semoga Bermanfaat

Gede Semadi Putra

6 thoughts on “Ketika Ekonomi Terjerembab Gaya Gravitasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s