Mau Kaya? Ya Sekarang…..

Standard

Siapa yang tidak pernah dengar nama-nama berikut, Sandiaga Uno, Hary Tanoesoedibjo, Chairul Tandjung, Tahir, dan masih banyak deretan nama beken lainnya yang kini menduduki jajaran orang terkaya di Indonesia. Mereka punya cerita yang kurang lebih sama pada awal masa bisnisnya hampir semua mengalami pahit getir dan kehidupan yang penuh dengan kerja keras dan cerita panjang yang boleh dibilang seru, sedih, kadang tanpa ampun. Saya tidak akan membahas semua itu, pertanyaannya Kenapa nama mereka sekarang ada di jajaran orang terkaya??

Mari kita mulai dari Krisis 1998..

Waktu itu ……..

Tahun 1997-1999 merupakan tahun2 yg sangat berat bagi negara2 di Asia Tenggara. Ekonomi negara tersebut mengalami penurunan drastis, nilai tukar mata uang di asia tenggara mulai dari Thai Baht menurun secara drastis, berlanju dampaknya hingga ke Indonesia. Berawal dari Krisis Ekonomi hingga menjadi Krisis Politik. Hingga akhirnya Presiden RI Soeharto Lengser, dan lahirnya Jaman Reformasi. (Kita tidak membahas ini siilahkan dilanjut baca sejarahnya saja).

Ekonomi Indonesia benar-benar terpukul nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar bergerak dari 2.000-an ke 17.000-an. Alangkah dahsyatnya keterpurukan ekonomi Indonesia saat itu. Likuiditas ketat bahkan beberapa bank sampai tidak punya uang tunai akibat Rush penarikan dana tunai oleh masyarakat. Kerusuhan terjadi dimana-mana. Bayangkan hutang luar negeri yang awalnya dengan nilai tukar rupiah 2.000-an menjadi 17.000-an.

PHK terjadi dimana-mana, perusahaan yang bangkrut pun tidak dapat dihitung jumlahnya. Harga melonjak akibat Inflasi yang tidak dapat dihindari. Pemberian Kredit oleh Perbankan Stuck karena Bank juga kehabisan uang akibat Rush money tadi.

Pokoknya seremm dehh.. waktu itu saya masih SMP masih pakai celana pendek ke sekolah, tapi menurut cerita orang tua Krisis Ekonomi ini merupakan yang terhebat dalam sejarah Indonesia. (Hopefully it’ll never happen again).

Terlepas dari Ke-Serem-an cerita diatas..

Ternyata oh Ternyata..

Apa yang dilakukan para pesohor (Pengusaha kondang yang banyak namanya masuk list orang terkaya di Indonesia) yang saya sebut di atas tadi??

Memanfaatkan peluang…

Justru saat krisis terjadi sangat banyak sebenarnya peluang yang bisa diambil akibat dari koreksi nilai aset yang ada, sehingga harganya pada murah. Harga Aset turun, perusahaan banyak yang bangkrut karena tidak mampu menyuntikkan dana untuk melakukan operasional perusahaan.

Lah gimana caranya? wong likuiditas ketat cari uang dimana? ya kumpulin orang yg punya duit, yakinkan dan alihkan uangnya yang tidak bergerak menjadi investasi masa depan.

Aset properti saat itu juga mengalami koreksi yang gila-gilaan.

Kredit perbankan Non performing Loannya luar biasa sehingga harus diobral aset2 tersebut bahkan beberapa debitur punya kesempatan untuk menebus kembali asetnya dengan harga yang hampir 1/3 dari kreditnya.. Untung?  ya jelas… Mau untung besar ya harus Belanja dengan Benar.

Pesohor diatas tadi dengan baik membaca peluang yang ada dan membuat krisis yang terjadi sebagai momentum untuk melipatgandakan nilai buku mereka di masa mendatang. Memang akhirnya terbukti perjudian tersebut. Karena yang namanya ekonomi Habis turun ya Naik, Habis naik ya Turun. Tapi ketika Ekonomi turun drastis yang terjadi ya Naik Drastis. Hal ini juga dialami Amerika pada krisis 1917.

Saat ini kita pun mengalami hal yang agak mirip-mirip (Mudah-mudahan bukan krisis seperti 1998 ya- saya tidak berharap demikian), likuiditas semakin ketat dan rasanya krisis tapi beritanya terkesan ekonomi aman. Kini saatnya kita bersama memanfaatkan momentum ini karena kesempatan seperti ini jarang ada.

Pertanyaannya Uang untuk beli aset itu darimana? Cluenya adalah ada sebuah Kata-kata yang mungkin asalnya dari nenek moyang kita “Janji adalah Hutang”. Bisakah anda membeli aset senilai 100 jt dengan Janji? atau aset yang senilai 100 Milyar dengan Janji? Jawabannya Bisa, Keluar Uang?  ya Pasti tapi bisa kok tidak sebanyak yang anda pikirkan, memang sejujurnya mana ada belanja yang ga keluar uang, Investasi properti tanpa Uang itu Omong Kosong. Selanjutnya anda pikir sendiri deh gimana caranya, Kalo masih belum tau juga gimana caranya artinya anda mesti ngikut kelas saya…. hehehe..

See you There Guys.. See You at The Top..

Semoga Bermanfaat

Gede Semadi Putra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s