Perusahaan Kecil suatu saat bisa Besar

Standard

Rasanya hanya sedikit orang yang tidak tahu Apple Inc. sebuah perusahaan inovatif pembuat gadget yang kini menjadi idola banyak orang. Gebrakan inovasinya memproduksi gadget yang mudah digunakan dan benar-benar aplikatif untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari Ipod, Iphone, Iwatch, Macbook, Mac, Ipad, dll. Kalo pernah nonton filmnya Steve Jobs atau mungkin membaca buku atau dari source lainnya, pasti tahu bahwa Apple Inc. yang didirikan pada tahun 70-an usahanya dimulai dari garasi orang tuanya Steve Jobs (RIP). Saat itu IBM menguasai pasar komputer yang masih jarang sekali pesaingnya.

Perusahaan-perusahaan yang sekarang beken bahkan tercatat namanya di perusahaan yang termasuk Forbes 500, adalah perusahaan yang dulunya kecil, baik dari segi company size, aset, likuiditas, jumlah karyawan dan banyak lagi. Perusahaan-perusahaan tersebut juga pasti mengalami fase jatuh bangun dan terseok-seok dalam prosesnya menuju ke puncak.

Memang dalam perjalanan dan proses tersebut tidak sedikit juga perusahaan yang sudah setengah jalan menuju puncak justru menjadi jatuh dan brand perusahaan tersebut hampir hilang ditelan bumi. Penyebabnya apa? Kalau bahasa gaul sekarang kita sering sebut gagal move on. Gagal move on yang saya maksud adalah ketika sudah sukses menciptakan produk / jasa yang baik dan laku keras, mereka lupa untuk berinovasi dan kegirangan dengan hasilnya.

Lalu apa yang terjadi? Akhirnya mereka kena tikung, oleh pesaing baru yang sebelumnya bukan siapa-siapa alias newbie tapi masih lincah dan terus berinovasi.

Contoh yang bisa saya sebutkan adalah NOKIA mungkin bagi yang merasakan indahnya tahun 90-an pasti tahu NOKIA. Penguasa mobile phone jaman itu. Ga afdol rasanya kalo kita belum main game snake di hp tersebut. Penguasa pasar? Jelas. Waktu itu siapa yang tidak kenal perusahaan ini, tapi apa yang terjadi di era 90 – 2000an? They are gone. Why? You should ask google for it. It’s a long story.

Setelah itu yg menggelegar adalah Blackberry. Konsepnya saat itu inovatif. Sms dibuat tidak lagi menarik dengan munculnya Blackberry Messenger. Kirim foto jadi gampang, mengirim pesan juga gampang. Teknologi push emailnya keren banget saat itu. Blackberry menjadi idola walaupun hanya sesaat.

Akibat kemunculan dari smartphone yang merajalela, Iphone, Samsung dan sebagainya. Pertanyaannya kenapa Blackberry kurang invoatif saat itu? Terlalu nyaman? Maybe? Out of resources? Maybe? Salah Prediksi Pasar? Maybe? Semua kemungkinan bisa mengakibatkan hal ini bisa terjadi. Tapi satu yang pasti Blackberry handheld is now almost gone. Walaupun Messengernya masih digunakan, dan sekarang sudah disalip juga oleh Whatsapp.

Banyak lagi deretan produk atau jasa ataupun usaha yang gagal move on sehingga akhirnya ditinggal oleh penggunanya. Contoh lain? Yahoo Email Vs Gmail, Yahoo ada limit penggunaan (usage) Gmail waktu pertama launching bebas, apa yg terjadi? User pindah alamat.

Microsoft vs apple, khusus yg ini sebenarnya sih terlihat dari tampak luar memang Microsoft jauh tertinggal dari segi inovasi. Tapi sebenarnya Microsoft memiliki banyak hak paten yang digunakan oleh banyak usaha sejenis, bahkan apple sekalipun. Tapi jika dilihat dari sisi inovasi jelas Microsoft tertinggal dan agaknya telat jika ikut mengeluarkan produk yang sama untuk bersaing di pasar yang sama.

Friendster vs facebook?

Dulu mungkin facebook jauh lebih kecil dan belum terkenal seperti friendster saat itu namun sekarang apa yg terjadi? Perusahaan yg dulunya kecil dengan inovasi dan keberanian untuk berinvestasi dan berinovasi dengan visi masa depan akhirnya mampu mengejar ketinggalan bahkan tidak sedikit pula yang menyalip

Zara? Now there’s H&M dengan fashion style yg mirip tapi harga lebih murah..

Banyak sekali sekarang ini perusahaan perusahaan baru yg memiliki kreativitas tinggi dan terus berinovasi. Tentu tidak mudah memenangkan perlombaan dan persaingan dalam merebut pasar yang ada.

Karena perusahaan besar memiliki capital yang besar namun kelemahannya yg pasti adalah birokrasi yang njelimet sehingga keputusan memerlukan waktu dan proses biaya usahanya juga pasti besar.

Perusahaan kecil mungkin capitalnya lebih kecil tapi biaya usaha serta birokrasinya simpel, sehingga di suatu momen tertentu perusahaan kecil ini memiliki kemungkinan untuk menyalip, jadi jangan sekali-kali mengecilkan usaha yang anda miliki. Ketika perusahaan yang anda idolakan berlari maka anda harus berlari sambil melompat mengejarnya. Dengan penuh semangat dan fokus mungkin saja suatu saat anda menjadi setara bahkan lebih dari perusahaan yang anda sendiri idolakan.

Katanya hanya waktu yg bisa menjawab.

Semoga Bermanfaat,

Gede Semadi Putra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s