Enterpreneur vs Pemilik Bisnis

Standard

Fenomena baru terjadi pada kehidupan modern belakangan ini, khususnya di dunia enterpreneurship. Banyak orang bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Apa sih pengusaha itu? apa sih pemilik bisnis (Business Owner) itu?

Beberapa waktu yang lalu ketika saya ikut serta dalam kegiatan REI Bali Property Expo 2014, saya sempat berbincang dengan property agent, bersama dengan salah satu pengurus REI Bali, yang kami perbincangkan yaitu ada keunikan baru terhadap generasi penerus pengusaha dan dokter.

 

Ada kecenderungan belakangan ini anak dokter berupaya menjadi pengusaha (in some cases) kebalikannya banyak anak pengusaha yang ingin menjadi dokter (atau diarahkan menjadi dokter oleh orang tuanya). Saya rasa banyak yang membaca blog ini juga pernah mengalami atau memiliki teman seperti itu bukan? pertanyaannya kenapa?

adakah kemungkinan sebagai berikut, generasi penerus pengusaha melihat menjadi dokter sesuatu yang asyik dilihat, dihormati, cari uangnya gampang tinggal buka praktek dan orang pasti ada saja yang berobat? sedangkan mungkin Anak dokter melihat pengusaha kerjanya santai bisa jalan2 perusahaan ditinggal, punya banyak pegawai, usahanya kerja sendiri, uangnya mengalir terus.

Namun, Benarkah seperti itu?

Harus dibedakan antara pengusaha dengan pemilik bisnis (owner) karena sebenarnya menurut saya, menjadi pengusaha itu bukan tujuan, pengusaha atau istilah bekennya disebut enterpreneur adalah spirit (semangat). Menjadi pengusaha sebenarnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekalipun anda hanya bekerja dalam sebuah perusahaan.

Spirit Kewirausahaan itu adalah spirit jati diri, ketika anda menjadi pegawai, jadilah pegawai yang penuh loyalitas, penuh tanggung jawab, selalu berupaya melampaui target yang di tentukan perusahaan untuk anda, selalu mampu memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempat anda bekerja, dengan begitu anda sudah menunjukkan jiwa enterpreneur, kesuksesan lambat laun akan bersahabat dengan anda, mulai dari karir, penghasilan, dll.

Saya juga yakin profesi dokter memiliki jiwa pengusaha, termasuk juga profesi lainnya seperti notaris, pengacara, dsb. Kenapa? Karena profesi seperti ini akan selalu berpikir untuk menambah taraf hidupnya baik dari hasil kerja maupun investasi, tanpa jiwa pengusaha (mental enterpreneurship) maka kehidupan mereka akan segitu-segitu saja.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, harus dibedakan antara pengusaha dan pemilik bisnis. Pemilik bisnis juga dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitu bisnis founder ataupun pemilik bisnis dari hasil take over bisnis yang sudah ada. Contoh Founder, Steve Jobs (Apple), Bill Gates (Microsoft), Mark Zuckerberg (Facebook, etc. Contoh take over bisnis, Chairul Tandjung (Carrefour), Harry Tanoe (MNC Bank), etc.

Pemilik bisnis ini adalah orang-orang yang berani bertindak nekat, penuh inovasi, selalu belajar tanpa henti dari pengalaman, buku, dsb. Bahkan sangat mungkin sekali ketika pemilik bisnis ini baru saja mulai mendirikan bisnisnya tidak sama sekali mengambil gaji dari usaha yang baru dibentuknya tersebut.

Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan seluruh jiwa dan raganya untuk menghidupkan, menjalankan bisnis tersebut, mempertahankan dan mengembangkan bisnis tersebut. Menjadi pemilik bisnis ini diperlukan dedikasi total ditambah jiwa enterpreneur yang tinggi, bagaimana tidak? anda akan dihadapkan dengan segala ketidakpastian di dunia ini, Kata ayah saya “Bisnis itu tidak bisa dipelajari, Bisnis itu hanya bisa dimulai” ya maksudnya tentu dengan dimulai kita bisa belajar termasuk menghadapi segala ketidakpastiannya.

Tantangan setiap pemilik bisnis pasti berbeda-beda mulai dari sisi permodalan, sdm, partner, produk, dan sangat banyak lagi lainnya, sehingga pemilik bisnis memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Menurut banyak orang menjadi pemilik bisnis itu diperlukan keberuntungan yang sudah ditentukan oleh “yang diatas” katanya, semua itu 99% tidak benar, (saya sisakan 1% bagi yang extremely beliefe it’s true, in case you want to argue, hehe), Why? karena kata banyak suhu bisnis “Keberuntungan itu akan anda temukan ketika kemampuan dan kesempatan bertemu”

Semua orang di dunia ini memiliki kesempatan untuk  dan peluang untuk sukses, hanya saja anda mesti siap ketika peluang itu muncul. Tapi tenang saja dalam hidup ini selalu memiliki banyak pilihan kalo anda belum siap menjadi salah satu yang nekat menjadi pemilik bisnis cukup dengan jiwa pengusaha anda pun bisa sukses.

Semoga Bermanfaat

Selamat Tahun Baru 2015

Gede Semadi Putra

 

8 thoughts on “Enterpreneur vs Pemilik Bisnis

  1. Mantapp… bener sekali bahwa “spirit” entrepreneur ini bisa diaplikasi ke pekerjaan apapun shg menjadi lbh mandiri, berusaha lebih dan kreatif dlm menyelesaikan masalah dan meningkatkan income..

    Kalo kata sir richard branson: entrepreneurship isn’t just a label, its a lifestyle

    Liked by 1 person

  2. saya tertarik dengan dua tipe pemilik bisnis pada tulisan ini, Founder dan “tukang” take over. jika diamati, Founder ini banyak dari kalangan tehnis di bidangnya masing2. sedangkan si “tukang” take over ini biasanya lebih kental sense Investmentnya seperti Bos MNC Hari Tone., dan Bos ReCapital Sandiaga Uno, dan tentu saja pemahaman mereka tentang Ekonomi Makro sangat bagus, saya jadi ingin tahu Indikator apa saja yg mereka gunakan u/ menganalisa bisnis mana yang baik untuk di take over,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s