Pengembang Mesti Berpikir Hingga Pasca Huni

Standard

Beberapa waktu yang lalu seorang arsitek masterplanner terkemuka di Bali menerima wawancara dari salah satu media cetak nasional yang ada di Bali, kebetulan saya ada di sebelah beliau. Beliau menjelaskan banyak hal terutama mengenai satu istilah arsitektur yang baru kali ini saya dengar. Saya amati dengan baik apa yang beliau katakan pada wawancara tersebut…

Idealnya memang pengembang yang baik adalah merencanakan sebuah kawasan dengan tertata dan selalu berpikir diatas 10 tahun kedepan. Kenapa demikian? karena pengembang memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa siapapun yang menjadi penghuni di kawasan pengembangan tersebut memiliki kenyamanan untuk tinggal di rumahnya masing-masing.

Pada tahap awalnya yaitu tahap Perencanaan pengembangan, menjadi kewajiban pengembang untuk mengkaji sedalam-dalamnya lingkungan sekitar dalam radius 5 km, fasilitas terdekat yang tersedia apa saja? rumah sakit, sekolah, pasar, dll. Siapa saja yang tinggal di lingkungan tersebut? Kelas Menengah? Bawah? Atas? Adakah rencana pemerintah untuk melakukan pengembangan fasilitas tertentu? Jalan? Pasar? Sekolah? dll.

Pembuangan sampah dan saluran pembuangan kemana akan dibawa dari kawasan pengembangan baru ini? Semua ini mesti dilakukan oleh pengembang yang baik, karena ini semua akan mempengaruhi tipe bangunan yang akan dibuat, kemudian juga sasaran pasarnya akan dijual kemana?

Sampai pada tahap pelaksanaan pembangunan kawasan tersebut, perlu dijalankan sesuai perencanaan yang sudah dibuat, kalaupun dilakukan perubahan rencana dalam proses pelaksanaan minimal mengikuti garis besar yang sudah di rencanakan awal, karena ketika dalam proses pelaksanaan terjadi perubahan disain atau bentuk maka akan mempengaruhi budget awal serta konsep.

Ketika pelaksanaannya sudah terjadi dan kawasan tersebut sudah terbentuk maka hal yang perlu dipikirkan adalah Pasca Huni. Pasca Huni dalam istilah arsitektur disebut juga POE (Post Occupancy Evaluation). Titik berat dalam evaluasi ini adalah “Nyamankah penghuni yang tinggal di kawasan perumahan tersebut?”.

Kenapa judul diatas saya sebutkan “Berpikir Hingga Pasca Huni” karena tugas pengembang adalah merencanakan dengan baik, dan memang tidak sedikit pengembang yang tidak berpikir sejauh itu. Penataan rencana awal yang kurang baik menyebabkan hal ini bisa terjadi. Biasanya ini dilakukan oleh banyak pengembang pemula yang masih belajar menata kawasan, sehingga evaluasi Pasca Huninya hasilnya kurang maksimal.

Termasuk pula dalam evaluasi Pasca Huni ini, berapa orang yang akan menempati rumahnya masing-masing. Misal contoh kita membangun rumah tipe 45m2, yang selayaknya di huni oleh maksimal 5 orang, Sudahkah itu terjadi? jika tidak terjadi kenapa? dan seharusnya ketika jumlah penghuninya sudah bertambah menjadi lebih dari 6 seharusnya penghuni tersebut sudah memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli rumah yang lebih besar.

Perhitungan diatas adalah perhitungan idealnya sebuah keluarga untuk tinggal di sebuah rumah, walaupun memang untuk saat ini hal ini sangat sulit sekali terjadi karena harga rumah yang sudah terlampau tidak terjangkau oleh beberapa kalangan masyarakat khususnya MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Ini semua merupakan suatu kewajiban baik pengembang maupun pemerintah untuk mendapatkan solusi yang baik terhadap permasalahan ini, sehingga masyarakat MBR pun dapat menikmati hunian yang layak.

Kembali ke topik pasca huni, hendaknya memang selalu dipikirkan oleh para pengembang kawasan, sehingga penghuninya pun dapat merasakan hunian yang layak dan nyaman tinggal di rumahnya masing-masing. Pada akhirnya semua ini akan berdampak pada kualitas hidup yang dijalani penghuni masing-masing. Ketika kualitas hidupnya baik maka dapat mempengaruhi faktor ekonomi penghuninya, ketika penghuni dapat berpikir dan mengupayakan kegiatan ekonomi yang baik secara otomatis perputaran ekonomi di kawasan tersebut, di wilayah nya dan negara pada umumnya akan meningkat.

Semangat itu selalu dimulai dari Keluarga….

Semoga Bermanfaat

Gede Semadi Putra

2 thoughts on “Pengembang Mesti Berpikir Hingga Pasca Huni

  1. putra gunawan

    setuju Pak Gde, itu kan terkait excellnet service bagi konsumen.. sprt Riverside Dalung P. Gde, dgn penataan yang begitu bagus dan apik, berada di jalur padat lalin, namun sy liat kenyamann penghuninya cukup terasa dari luar… View sungai dan pepehonan di sisi timur justru menjadi latar landscape alami.. alhasil konsumen pasti menikmati nilai investasi/spekulasi yang tak kalah nyaman dan menjanjikan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s