1 Tahun Tanpa Berinvestasi adalah Kemunduran

Standard

Tidak sedikit orang berhayal berharap pohon uang itu ada, setiap hari tumbuh minimal 1 daun senilai Rp. 100.000,- yang kemudian bisa dipetik terus dipergunakan untuk berbelanja baik untuk kebutuhan hidup ataupun kegiatan konsumtif. Tahukah anda bahwa Pohon uang itu sebenarnya bisa diciptakan walaupun tentu bentuknya bukan seperti pohon namun secara implisit ya kurang lebih seperti pohon yang menghasilkan daun berupa uang setiap hari, bahkan ada yang setiap milidetik, berikut ulasannya.

Seperti kita ketahui saat ini kegiatan ekonomi dapat dilakukan dalam hitungan detik, bahkan harga barang pun sangat fluktuatif dalam hitungan detik dapat berubah. Harga barang tersebut dapat naik dan dapat pula turun dalam kegiatan ekonomi setiap harinya, namun yang pasti adalah setiap tahun ada yang namanya Inflasi, yang mana berarti kenaikan harga barang-barang.

Negara kita memiliki rata-rata Inflasi sebesar 10% per tahun jika dilihat 10 tahun terakhir berdasarkan data Bank Indonesia. Jadi ketika tahun ini harga suatu barang adalah Rp. 100.000,- maka tahun depan hampir pasti barang tersebut akan mengalami peningkatan seharga Rp. 110.000,-. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya Inflasi Konsumsi barang yang tinggi, nilai tukar mata uang yang menurun, dan banyak lagi.

Kebutuhan bahan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena selalu terjadi pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, dan terjadi pula pergantian generasi lama menjadi generasi baru. Generasi baru ini cenderung kehidupannya sangat konsumtif, sampai-sampai istilah lama “Menabung pangkal Kaya” sekarang sudah berubah menjadi “Belanja pangkal Kaya”.

Berdasarkan kegiatan konsumtif tersebut maka harga barang memiliki kecenderungan naik. Sadar ataupun tidak ketika memiliki uang tidak akan bertambah dengan sendirinya kecuali kita menginvestasikan uang tersebut.

Ada beberapa pola Investasi yang dapat kita pilih yaitu: Properti, Saham, Reksadana, Bisnis, Pendidikan Formal / Informal. Kenapa Deposito dan Tabungan tidak termasuk dalam Investasi? karena nilainya selalu kalah dengan nilai Inflasi rata-rata di NKRI. Namun perlu diingat bukan berarti kita tidak boleh menabung dan menempatkan deposito, menabung harus tetap dilakukan karena investasi tersebut tidak semuanya likuid / dapat diuangkan seketika.

The Rule

High Risk High Gain (Resiko Tinggi Hasilnya Tinggi)

Low Risk Low Gain (Resiko Rendah Hasilnya Rendah)

Kita yang hidup pada jaman sekarang sangat dimudahkan dengan adanya Internet sehingga kita dapat mempelajari resiko investasi tersebut dari Internet. Namun bisa juga kita pelajari dari buku ataupun pelaku yang sudah pengalaman, intinya adalah Pelajari Resikonya, tapi jangan takut dengan resikonya.

Jika kita berhasil mempelajari resikonya ketika kita mengalami kendala tersebut akan lebih mudah mencari solusinya. Selain resiko yang perlu dipelajari, Investasi itu sendiri perlu dipelajari sedalam-dalamnya baik dari buku, internet, teman, profesional, dll, karena saat ini tidak sedikit Investasi yang bodong alias abal-abal. Beberapa waktu yang lalu OJK merili investasi bodong yang tidak direkomendasikan. Just remember “When Something is Too Good To Be True, It is Not True!” as simple as that.

Investasi itu susah-susah gampang, apalagi ketika anda pernah mengalami kegagalan investasi tapi jangan pernah mundur, cari kesalahan anda dan jangan lakukan pola kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, karena kunci untuk menjadi KAYA hanya dengan berani berinvestasi.

Bill Gates? berani ambil resiko pinjam uang untuk membuka bisnis Softwarenya. Resikonya berat.. karena saat itu tidak ada yang pernah berpikir bahwa bisnis pembuatan software akan booming seperti sekarang ini, dan tidak ada yang berani ambil resiko tahun 80-an untuk berpikir 20 tahun kedepan, apa yang terjadi saat ini? anda tahu sendiri lah.

Mark Zuckerberg? berani ambil resiko pinjam hang untuk membangun Facebook. Resikonya? bisa gagal saat itu karena dunia social networking sudah banyak yang ada di internet saat itu contohnya friendster, tapi dia berani melakukan invoasi sehingga penggunanya lebih nyaman dengan facebook, apa yang terjadi sekarang? anda tahu sendiri lah.

Jangan pernah menunda lagi pikirkan investasi yang bagaimana yang terbaik buat anda, sekali lagi pelajari, tapi jangan sampai akhir tahun anda belum juga memutuskan karena sudah pasti tahun depan uang anda mau tidak mau akan berkurang 10%, sehingga lakukanlah sekarang, tahun ini juga.

Yang Penting jangan ngawur, tetap terhitung dan terukur

Selanjutnya anda tinggal mengasah Insting Investasi

Semoga Bermanfaat

Gede Semadi Putra

2 thoughts on “1 Tahun Tanpa Berinvestasi adalah Kemunduran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s