Bingung Mau Bisnis Apa?

Business and Money
Standard

Bob Sadino bilang bisnis yang paling bagus adalah bisnis yang dilakukan bukan yang dipikirin terus.. Namun apa saja Peluang Bisnis yang bisa dijalankan yang memang bisa menghasilkan? Beberapa waktu yang lalu saya sempat berbincang dengan saudara yang berumur lebih kecil. Kebetulan dirinya baru saja tamat Kuliah,

ketika saya tanya “dimana mau kerja?”

“Maunya sih buat usaha..”Jawabnya

Lanjut saya bertanya “Mau buat usaha apa?”

“Nah itu saya masih bingung, maunya sih nanya sama bli gede (kalo di Bali “Bli” itu panggilan untuk kakak), kira-kira usaha apa yang bagus untuk dijalani khususnya lulusan baru seperti saya ini?” Jawabnya..

Jawaban seperti ini sering sekali kita dengar, saat ditanya mau usaha apa, sebagian besar pasti menjawab dengan jawaban yang menggantung, entah karena kebanyakan ide atau justru tidak ada ide sama sekali. Ini hal yang menarik untuk di ulas sehingga saya coba buatkan blog, Khususnya bagi yang belum memiliki ide sama sekali tentang apa jenis usaha / bisnis yang ingin dilakukan berikut ulasannya..

Pertama, perlu diketahui bahwa setiap hobby bisa dijadikan bisnis dan bisa menghasilkan keuntungan baik itu secara profesional maupun di bisniskan. Contoh, ada yang hobby fotografi, hasil jepretan foto-nya bisa dijual atau kalau dijalankan secara profesional maka jadilah fotografer wedding, pre-wed, event, dsb. Jika dibisniskan maka buatlah toko barang-barang fotografi yang menjual pernak pernik item yang diperlukan seorang fotografer untuk melengkapi koleksi kameranya.

Contoh lainnya, Aquascape, istilah ini sebenarnya baru dua bulan yang lalu saya ketahui dari seorang adik sepupu, katanya “Kalo orang yang membentuk kebun di atas tanah namanya landscaper, kalo di dalam akuarium namanya aquascaper”. Beberapa kali saya mencoba melihat hasil karya aquascape yang dibuatnya dan saya tertarik untuk membeli jasanya untuk di buatkan di kantor saya. Well Hobby makes money if you just don’t know it yet.

Jadi seperti yang telah saya beri contoh di atas Hobby pun bisa dijadikan bisnis. Memang kelemahannya jika hobby dijadikan bisnis, ada beberapa jenis hobby yang memang tidak bisa dijadikan bisnis utama, contohnya kolektor perangko. Diperlukan orang yang benar-benar tertarik akan perangko klasik untuk membelinya. tapi jenis hobby seperti fotografi, melukis, otak-atik elektronik, otak-atik (modifikasi) mobil, dan banyak lagi memang bisa dikatakan peminatnya ada. Everybody must have hobbies and it makes money if you dig deep enough.

Kedua, konsep ATM (Amati Tiru Modifikasi), konsep ini berlaku untuk kegiatan bisnis apa saja, dan saya rasa hampir semua yang membaca blog ini mengerti Konsep ATM, bagi yang belum mengerti akan saya coba jelaskan sedikit. Pernah mencoba Big Cola? anda pasti tahu bahwa mereka terang-terangan meniru Coca Cola. Konsep Amati dan Tiru benar-benar dilakukan oleh mereka, cuman Konsep Modifikasi yang mereka lakukan adalah dengan membuat isi yang lebih banyak lagi beberapa ml saja dan dengan harga yang lebih murah (saat ini) bentuk botol yang lebih nyaman di genggam, dan sebagainya.

Mungkin konsep itu terlalu ekstrem atau bisa dibilang terlalu mahal investasi awalnya karena mesti membuat pabrik dan sebagainya, contoh murahnya, pernah dengar Baba Rafi? tahukah anda ide awalnya dari ketika Hendy Setiono (Enterpreneur penemu Baba Rafi Kebab Turki) pergi ke Qatar dan bertemu dengan banyak penjual kebab? Konsep Amati dan Tirunya adalah membuat dagangan kaki lima yang menjual Kebab Turki. Konsep Modifikasinya adalah membuat Lapak dagangan Kebab Turki yang lebih modern dengan peralatan komplit sehingga bisa di duplikasi dan dijual franchisenya. Nah sekarang tinggal anda sendiri mau ATM-in jenis bisnis apa, intinya semua jenis usaha bisa di ATM-in tinggal kita saja mulai melangkah maju.

Ketiga, Kalo sudah mentok sekali dan belum juga dapat ide, namun kepingin memulai bisnis yang memang pasti menghasilkan, anda bisa berdiskusi dengan teman anda yang sudah punya usaha atau orang tua teman anda yang sudah ada usaha yang berjalan siapapun itu yang anda kenal sudah memiliki usaha mintalah laporan laba rugi usahanya. Memang ketika anda tidak benar-benar dekat akan sulit meminta ini bahkan yang sudah dekat banget juga kadang-kadang sulit. Ketika terjadi kesulitan ini anda bisa melakukan perbincangan yang akrab-akrab saja menanyakan kira-kira biaya apa saja sih yang rutin dikeluarkan bulanan. Maksudnya apa kita nanya biaya apa saja? 

Expenses Sample

contoh di atas adalah laporan biaya sebuah hotel.

Dalam laporan laba rugi (ini contoh kalau misalnya anda diberikan laporan laba ruginya ya..) disana ada jenis-jenis biaya perusahaan (seperti contoh di atas). Disana terlihat jenis biaya apa saja yang yang dikeluarkan bulanan itulah bisnis yang bisa dijalankan dan memang diperlukan. Contohnya saya ambil diatas Printing & Stationary, Rp. 680 ribuan, katakanlah ternyata 200ribuannya adalah pembelian kertas A4, disini anda bisa membuat bisnis toko penjualan kertas A4 dan stationary lainnya.

Saya ambil contoh lain landscape repair, disini anda dapat memulai jasa kebun (gardening) atau landscaper. Building Maintenance and bisa menjadi kontraktor untuk perbaikan bangunan. Electricity Costs anda bisa membuat jasa pembayaran listrik dengan fee persentase dari setiap pembayaran listrik. Personnel Expenses (uniform contohnya) anda bisa jadi tukang jahit baju. Banyak lagi jenis usaha yang bisa kita mulai dengan membaca Jenis biaya yang diperlukan dari suatu usaha. Selanjutnya anda tinggal pikir sendiri deh.

Ketika anda berpikir kan cuman sedikit toh omsetnya kalo cuman satu usaha saja kita ajak kerjasama, ya tentu jangan berpikir hanya satu calon customer ketika anda memutuskan untuk memulai bisnis itu anda harus mulai bergerilya untuk mencari market atas usaha anda. Disana lah anda diuji bener sebagai enterpreneur, karena menjadi enterpreneur itu jauh lebih tidak enak dibandingkan jadi pegawai. Tahukah apa yang anda pikirkan nanti ketika sudah menjadi enterpreneur? Overhead Costs, Fix costs dan Costs yang lain untuk menjalankan usaha anda setiap bulan (gaji, bunga bank, biaya listrik, air, dan sebagainya). But just remember it all will be worthed when your business can run well by itself. Anda hanya bisa memetik hasilnya dikemudian hari/bulan/tahun/bahkan puluhan tahun, Diperlukan Mental Juara untuk menjadi Enterpreneur, and if you are up to it or at least do the first step to make your business you will be there if you are persistent. “There” yang saya maksud tentu kesuksesan, saya tidak perlu menjelaskan arti kesuksesan karena arti sukses buat setiap orang berbeda-beda.

Melanjutkan laporan laba rugi diatas, Pendapatan usaha juga bisa dijadikan bisnis ketika bisnis anda sudah berjalan, Developer contohnya menghasilkan pendapatan lain-lain dari kelebihan harga yang dibayarkan kepada kontraktor, misal harga penambahan bangunan yang konsumen harus bayarkan kepada anda adalah 4 juta/m2 dan anda jual kepada konsumen 4,5 jt/m2. Disini anda mendapatkan pendapatan usaha (lain-lain) yang bukan berasal dari penjualan pokok anda, dan anda melihat potensi keuntungan yang menjanjikan maka anda bisa membuat usaha kontraktor (ini contoh saja), hanya ini merupakan keputusan anda sebagai enterprenuer untuk membuka bisnis tersebut atau tidak.

Demikian ulasan saya mengenai jenis usaha yang dapat anda buat, kalau setelah membaca tiga konsep tersebut anda belum memiliki ide jenis usaha apa yang anda buat, sebaiknya anda membaca ulang dari awal blog saya ini, dan mulai membuat catatan dalam kertas mulai dari konsep satu sampai tiga, buat list jenis usaha apa saja yang kira-kira bisa dibuat berdasarkan konsep diatas.

Intinya semua bisnis ketika sudah mulai dijalankan harus anda sebagai enterpreneur yang baru mulai harus mempelajari seluk beluk segala kegiatan yang harus dilakukan untuk membuat bisnis itu running. Jangan buru-buru berpikir mesti tambah pegawai ini itu dulu ketika masih bisa dijalankan sendiri, supaya kita bisa benar-benar tahu cara menjalankan segala kegiatan agar bisnis itu running. Perlahan tapi pasti jika bisnis tersebut sudah menunjukkan profit yang baik barulah mulai merekrut pegawai tambahan untuk membesarkan usaha anda, sehingga bisa generate more profit.

Hal ini berbeda ketika bisnis anda sudah running well, anda bisa saja menambah karyawan atau staff ahli sebelum membuka jenis usaha baru, karena dana yang dapat disisihkan usaha yang sudah berjalan itu mencukupi. Hanya point utamanya, kalau saya sendiri ketika membuat usaha baru pasti akan belajar dari “0”. Misal ketika saya memutuskan untuk membeli sebuah hotel minggu pertama saya sampai belajar untuk merapikan kamar (make up room), sehingga saya benar-benar tahu apa yang akan dikerjakan oleh staff housekeeping. Ajaran turun temurun yang diteruskan sampai ke saya, bahwa setiap usaha itu harus kita ketahui ROH nya. Hal ini berguna ketika dikemudian hari terjadi suatu permasalahan yang timbul maka kita sebagai enterpreneur memiliki dasar untuk mengambil keputusan dalam proses pemecahan masalah tersebut.

Dikomentari yaaa…….

Semoga Bermanfaat

Gede Semadi Putra

 

12 thoughts on “Bingung Mau Bisnis Apa?

  1. saya setuju dengan cara pembentukan “mindset” yang sebaiknya dimiliki oleh seorang entrepreneur sprt yg ditulis di artikel ini.. yaitu cari tahu apa yg dibutuhkan sebuah industri/masyarakat lalu pilih yg mana yg akan kita ambil sebagai bisnis, kemudian pelajari A-Z nya sehingga jika ada masalah kita bs tahu apa hal mendasar yg harus diperbaiki…., hmm.. sdkt menambahkan, dalam bisnis perlu “mentor” krn akan lebih meminimalisir kesalahan kita ketika start sebuah bisnis. misal ingin bikin bisnis rent car sebaiknya cari perbisnis rent car yg sdh terbukti sukses lalu belajar darinya (atau skalian jadi partner). Peluang utk berhasil lbh besar drpd murni coba2 sendiri.. akan lbh banyak uang , waktu dan tenaga yg keluar. hehhee

    Like

  2. Sebelum memulai usaha yang sesuai dengan hobby, mantapkan dulu niat, pemahaman dan perincian dalam menjalankan usaha tersebut dan bila usaha tersebut sudah berjalan anak muda haruslah berinovasi sehingga usaha itu tidak hanya berjalan datar tapi maju dan meningkat.. karena life is never flaaattttttt brrooooo…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s