Mahal tapi Sedikit vs Murah tapi Banyak vs Gratis tapi BUANYAKKK BANGETT

Standard

Dunia saat ini bergerak cepat menuju ke arah Boundary-Less dan Unlimited Connectivity. Hal ini dapat terjadi akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi khususnya internet. Internet Menghubungkan Milyaran manusia yang ada di muka bumi baik melalui komputer sampai dengan smart phone bahkan mobil juga sudah ada yang terkoneksi bahkan jam tangan pun sudah ada yang berteknologi tersambung dengan Internet.

Dalam dunia virtual (internet) setiap orang memiliki kesempatan untuk mengenal banyak orang, baik yang berada di lokasi yang sama, dalam negara yang sama, bahkan orang yang memiliki lokasi yang kadang-kadang nun-jauh ribuan kilometer dari posisinya saat itu. Dengan adanya koneksi internet ini 7 Milyar penduduk bumi dapat melakukan koneksi real time jarak dekat. Walaupun memang jumlah penduduk yang milyaran ini sebagian besar belum merasakan sambungan koneksi Internet. Di Indonesia saja ada jutaan pengguna internet baik dengan desktop maupun mobile.

data pengguna internet indonesia

 

Di dunia internet ini membuka peluang bagi para penemu-penemu baru di dunia informasi. tidak sedikit anak muda yang belum menganjak usia 35 tahun sudah menjadi miliarder berangkat dari usaha di bidang internet ini. Facebook contohnya ide awalnya adalah membuat jaringan khusus untuk mahasiswa harvard university, hingga akhirnya mendunia.

Baru-baru ini ada berita mencengangkan di dunia komunikasi dengan text, atau istilah kerennya instant messenger. Whatsapp dibeli dengan harga yang mencengangkan yaitu dengan harga 19 Milliar US Dollar. Banyak orang bertanya-tanya, padahal jelas-jelas whatsapp menggratiskan para penggunanya untuk menggunakan layanan instant messenger tersebut. Memang penggunanya pun tidak bisa dibilang sedikit hampir setengah milliar penduduk bumi ini menggunakan layanan yang gratis ini.

Namun walau gratis layanan whatsapp sangat jarang sekali down servernya, mengalahkan instant messenger lainnya.

Whatssapp Story

sering kita mendengar banyak produk dengan harga mahal banget, contohnya: Ferrari (Mobil sport yang harganya hanya mampu dijangkau orang benar-benar mampu saja), Vertu (Handphone dengan harga selangit dengan layanan conciergenya), Rolex, dll. Memang di dunia ini pasti ada saja yang menginginkan kenaikan kelas atau meningkatkan prestise kualitas hidupnya dengan membeli barang yang luar biasa mahal ini.

Bukan berarti jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat harga produk mereka sangat mahal, mereka harus menunjukkan kualitas yang tinggi serta nilai tambah yang super luar biasa guna meyakinkan para calon konsumen yang memiliki dana tidak sedikit ini untuk membeli produknya.

Pilihan kedua adalah, membuat barang yang murah tapi banyak sekali, contoh, Avanza (mobil rakyat indonesia), Seiko (jam tangan), Nokia (Handphone), dll. Murah disini bukan berarti murah kaya beli kacang goreng, tetapi terjangkau bagi sebagian besar khalayak, atau Istilah lainnya Sejuta Umat, atau mungkin ratusan juta umat.

Jika di analisa secara bisnis (Jenis Produk pertama dan kedua) sebenarnya keuntungan dan omset yang dikejar memiliki kesamaan secara logika.

Produk 1 (terjual 1 unit)

Rp. 1.000.000.000,- x 1 Unit = Rp. 1.000.000.000,-

Produk 2 (terjual 1.000 unit)

Rp. 1.000.000,- x 1.000 unit = Rp. 1.000.000.000,-

Omset yang dihasilkan bisa sama. ini adalah contoh target pencapaian jika harga produk dan pasar ditentukan murah vs mahal.

 

Kembali ke Whatsapp

pertanyaannya sekarang kenapa sebuah perusahaan yang menggratiskan layanannya ternyata malahan hasilnya lebih banyak??

Disini murni terlihat Idealisme dan visi bisnis yang out of the Box.

Idealismenya? Mantan Owner Whatsapp (Jan Koum) melihat pasar yang begitu besar di dunia instant messaging, dan memang pasar ini lebih suka aplikasi yang gratis (tahun pertama sih – tahun kedua kena USD$ 1), dibandingkan dengan instant messaging lain yang berbayar pasti kita lebih memilih yang gratis toh? Istilah lainnya “Everything is very good as long as it is free”

visi bisnis out of the box? pasar yang besar di seluruh dunia terutama saat ini dimana semua orang memerlukan konektivitas tinggi baik untuk bersosialisasi maupun bisnis. Keberhasilannya menggaet pengguna Whatssapp patut diancungi jempol. Dibandingkan dengan instant messenger lain yang getol beriklan Whatsapp malahan jarang beriklan. konsep marketing WOM (Word of Mouth) dijalankan dengan baik oleh Whatsapp, caranya? tentu dengan pelayanan yang baik dan koneksi yang jarang sekali down sehingga dipercaya oleh banyak orang untuk ber-instant messaging.

Keberhasilan menggaet ratusan juta pengguna Whatsapp ini dilirik oleh Google dan Facebook. Hingga akhirnya Whatsapp dibeli oleh Facebook dengan nilai yang fantastis 19 milliar Dolar Amerika, dan hingga saat ini pun Whatsapp tetap idealis untuk tidak beriklan di layanan instant messengernya.

Ini merupakan pola bisnis yang menarik untuk di teliti, karena apa yang Jan Koum lakukan hingga berhasil menjual perusahaannya merupakan sesuatu yang fantastis. Saya yakin masih banyak peluang-peluang bisnis lainnya yang bisa menggratiskan layanannya untuk mendapatkan ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

Andakah pemilik Ide Itu?

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat.

Gede Semadi Putra

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s