Jokowi Capres, Indonesia???

Standard

Dengan nama lengkap Ir. H. Joko Widodo, saat ini (2014) menjabat sebagai Gubernur D.K.I. Jakarta, baru saja ditetapkan sebagai Calon Presiden (Capres) RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tepat pada tanggal 14/3/2014 pukul 14.45, Megawati Soekarnoputri menetapkan Jokowi sebagai Capres. Entah apa makna angka dibalik semua itu. Namun mari kita dalami sejauh mana kemampuan Jokowi dan apa saja beban yang akan dipikul bila akhirnya Jokowi menjadi Presiden RI ke-7..

Background Jokowi memang bertolak belakang dengan Presiden RI saat ini yaitu SBY, yang memang berlatar belakang militer dengan segudang penghargaan di bidang militer. Jokowi berlatar belakang pengusaha dan juga memang semenjak tahun 2005 sudah menjadi kepala daerah (Walikota) di Kota Solo (wiki).

Nama Jokowi baru benar-benar melejit di kancah nasional setelah mendapatkan penghargaan dari beberapa majalah nasional, serta dukungannya terhadap mobil ESEMKA yang rencananya akan diajukan sebagai mobil nasional. Berita mengenai ESEMKA ini membuat nama Jokowi tambah melejit. Hingga akhirnya menjadi Gubernur D.K.I. Jakarta Pada Tahun 2012 bersama wakilnya Basuki T. Purnama (Ahok).

Semenjak menjabat Gubernur, Jokowi memang selalu melakukan gebrakan yang memang bisa dikatakan terlaksana, walaupun belum semuanya. Dengan gaya “blusukan”-nya Jokowi meraih simpati masyarakat hingga menjadi media darling. Pada masa awal kepemimpinannya hampir setiap hari Media selalu melaporkan kegiatan blusukan Jokowi. Hal ini menyebabkan namanya semakin dikenal dan secara survey pun persentase dukungan rakyat Indonesia terhadap Jokowi semakin tinggi. Bahkan tokoh nasional lainnya kalah persentase dengan selisih 10 s/d 15%.

Memang di Indonesia yang namanya Media, khususnya Televisi menjadi tolak ukur masyarakat dalam mengambil keputusan dalam Pemilihan Umum. Apalagi Jokowi sudah sekian lama menjadi media darling. Ditambah lagi dengan wajah polosnya jokowi, lalu memang terlihat semua tindakan yang diambil juga tidak neko-neko, dan dari penampilan juga terlihat sangat sederhana, hal ini menjadikan rakyat bersimpati penuh terhadap Jokowi. Selain itu juga, hampir 10 tahun berkiprah di dunia pemerintahan sekalipun Nama Jokowi tidak pernah muncul sebagai TOKOH KORUPSI. Ini membuat rakyat yakin bahwa Jokowi adalah orang yang bersih dan jujur.

 

Jikalaupun akhirnya Jokowi menjadi presiden RI, apakah permasalahan di seluruh penjuru negeri ini bisa di perbaiki dan diatasi?

Jabatan Gubernur DKI Jakarta benar-benar seperti Jabatan Mutlak dengan tingkat tertinggi sebagai gubernur. Bagaimana tidak, lembaga penyeimbangnya hanya DPRD Jakarta. Sebagai gubernur DKI Jakarta Jokowi berhak untuk mengganti ataupun mencopot jabatan Walikota, Camat sampai Lurah. Sebenarnya kewenangan spesial ini bisa digunakan sebagai celah untuk KKN, namun pada masa Jokowi menjadi gubernur, kewenangan ini benar-benar digunakan secara maksimal untuk memajukan dan memperbaiki jakarta.

Jauh berbeda kondisinya ketika Jokowi menjadi Presiden RI. Kewenangan untuk mencopot jabatan Gubernur sampai Lurah tidak ada lagi. Karena sistem Otonomi daerah yang sekarang dianut di negara kita. sehingga sampai lurah pun dilakukan pemilihan langsung. Disini sangat diperlukan keahlian Jokowi dalam melakukan sosialisasi kebijakannya sebagai Presiden dalam proses memperbaiki dan memajukan Negara RI. Ditambah lagi Indonesia adalah negara kepulauan yang hanya dihubungkan oleh angkutan transportasi laut.

Selain itu juga, Konsep presidensial dengan banyak partai yang dianut negara kita akan sangat menyulitkan Presiden yang hanya didukung oleh partai yang memperoleh kursi di DPR kurang dari 2/3 Jumlah Total. Oleh Karena itu diperlukan koalisi dengan partai tertentu, bagi seorang presiden untuk memuluskan kebijakannya. Mudah-mudahan saja Jokowi bisa secara penuh menentukan Menteri yang akan mendukungnya dalam menjalankan roda pemerintahan tanpa campur tangan Partai Koalisi. Sehingga Kabinet Jokowi benar-benar diisi oleh orang profesional yang mumpuni untuk membantu Jokowi dalam memecahkan masalah yang timbul serta menyelesaikan masalah yang sudah ada pada Negara Kita.

Selain itu Jokowi juga memerlukan seorang wakil presiden yang minimal sepikiran dan siap mendukung total, seperti Ahok.

Permasalahan di Negara kita memang sangat banyak. Beberapa masalah warisan orde baru sampai reformasi adalah kurangnya pemerataan ekonomi (berpusat di Jawa), Hutang Negara yang di korupsi, Korupsi hingga tingkat terbawah birokrasi Indonesia, dll. Dengan begini memang selayaknya presiden mencari informasi sebenar-benarnya dengan cara “blusukan” dan mendapat keluhan langsung dari masyarakat, bukan dengan menunggu laporan intelijen dan laporan staff yang kemungkinan telah terkontaminasi dengan konsep Asal Bapak Senang (ABS).

Ditambah lagi Ekonomi negara kita memang pondasinya belum baik. Ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi campur tangan tuhan yang maha esa alias “By Default” bukan “By Design”. Kalau di negara maju, sampai jumlah tukang cukur pun di hitung dengan mengatur besaran gaji yang akan diterima. Kalau diprediksi 2 tahun lagi tenaga kerja tukang cukurnya kurang maka besaran gajinya ditambah per tahun, sehingga banyak yang mau jadi tukang cukur. Itulah negara maju yang sudah memikirkan Ekonomi hingga tahap detail, sehingga laju ekonomi negara mereka bisa disebut “By Design”.

Sedangkan Indonesia tidak seperti itu. Kebijakan pemerintah pusat benar-benar belum dirasakan langsung di daerah. Kalau dibuatkan contoh perumpamaan, Negara Berkembang membuat Jalan baru karena Jalan-jalan yang lama sudah padat, sedangkan Negara Maju membuat jalan karena proyeksi tahun-tahun berikutnya jalan yang lama akan padat. See the difference?

Memang siapapun nanti menjadi presiden RI tidak akan serta merta bisa memperbaiki Indonesia secara langsung. Pasti diperlukan waktu beberapa abad untuk membuat Indonesia menjadi negara yang kokoh, bermartabat, mandiri dan maju. Saat ini yang harus dilakukan oleh Presiden kita selanjutnya adalah memantapkan pondasi negara, baik dari segi hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lainnya. Sehingga di masa mendatang Masyarakat Indonesia dapat merasakan dan menikmati hasilnya.

Jokowi sudah menjadi idola dan bahkan capres yang memegang persentase terpilih sebanyak 30%. Indonesia sebagai negara yang suka sesuatu yang ngetrend sesaat/opini sesaat, tidak akan pindah kelain hati lagi. Jokowi hampir pasti terpilih menjadi Presiden RI, jika dalam beberapa bulan sebelum pemilihan tidak terjadi pukulan politik yang telak terhadap dirinya.

Namun siapapun presidennya selama tidak terjadi gonjang-ganjing politik di pusat (JAKARTA), ekonomi Indonesia akan menjadi stabil, sehingga rakyat Indonesia pun dapat merasakan pertumbuhan ekonomi yang baik pada tahun 2014. 

Semoga Berguna

Gde Semadi Putra

One thought on “Jokowi Capres, Indonesia???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s