Golf is Business

Standard

Banyak yang melihat Golf sebagai salah satu jenis olahraga mahal. Memang secara nominal untuk beli full clubs dari iron, driver, sand, etc harganya sudah diatas 10 juta rupiah. Itu belum termasuk bagnya, sepatunya, bolanya, dan sebagainya. Tapi benarkah Golf khusus untuk orang kaya?..

Sejarahnya golf ditemukan di skotlandia (berdasarkan wikipedia), pada abad ke-15. Lapangan golf pertama yang ada dimuka bumi yaitu di St. Andrews skotlandia. Konon lapangan ini memang sudah terbentuk sedemikian rupa tanpa campur tangan manusia. Menurut banyak pegolfer pro, St. Andrews adalah lapangan tersulit, bukan hanya dari konturnya tapi juga cuaca dan angin yang tidak menentu.

Jumlah hole tiap lapangan biasanya berjumlah 18. Jumlah ini ditentukan oleh orang-orang skotlandia pada abad ke-15, berdasarkan jumlah sloki yang didapat dari sebuah whisky.

Dari sudut pandang olahraga, Golf merupakan salah satu jenis olahraga yang bisa dimainkan sendiri, artinya tanpa perlu mencari lawan main. Dibandingkan dengan tenis (mesti minimal 1 lawan 1), sepakbola (minimal 11 lawan 11), bahkan main catur pun mesti berdua.

Golf dalam permainannya merupakan olahraga mental dan emosi. Olahraga ini identik dengan melawan diri sendiri. Dalam permainan golf si pemain mesti benar-benar menguasai emosi dirinya karena sedikit saja pikiran terganggu maka dijamin pukulan anda tidak akan benar sesuai rencana.

Hubungannya dengan bisnis apa?

Permainan golf pada saat pukulan pertama (tee-off) dimulai dengan penempatan bola, rencana target (arah dan jarak), pemilihan stik golf berdasarkan rencana tadi, latihan swing, konsentrasi, lalu pukul bola tersebut, kemanapun arahnya harus dipertanggung jawabkan. Jika ternyata bola pukulannya jatuh tidak sesuai rencana, harus dipersiapkan pukulan selanjutnya, tidak ada toleransi.

Hal yang sama pun berlaku pada bisnis kita, pertama penempatan bola, ini sangat identik dengan penempatan posisi kita dalam dunia bisnis. Bisnis apa yang mau kita buat, dimana akan kita posisikan diri kita dalam dunia usaha. Misal, mau buat restoran kah, atau property kah, atau retail dan lain lain.

Kedua, rencana (target dan arah), penentuan target usaha kita mau dibawa kemana usaha kita. Siapa target konsumennya? Pola jualnya seperti apa? Bagaimana feasibility studynya? Kapan BEP? Dan sebagainya.

Ketiga, penentuan stik golf yang akan digunakan. Semua stik golf memiliki sifat teknis yang berbeda, mulai dan kemiringan besinya, bahan headnya, hingga panjang stiknya. Begitu juga dalam dunia usaha penentuan stik ini identik dengan penentuan modal yang akan digunakan seberapa besar, pemilihan rekanan yang tepat (bank, staff,dll). Karena jika ingin membuat restoran tidak mungkin kita memiliki banyak bagian teknik, karena ngga akan nyambung dengan usaha kita, alias buang-buang uang.

Keempat, latihan swing, ini identik dalam bisnis dengan promo awal usaha kita. Mulai perkenalan usaha kita ke masyarakat, atau dengan bahasa bisnisnya soft launching. Ini dilakukan semua sesuai dengan perencanaan awal yang telah dibuat.

Kelima, konsentrasi, pada fase ini bisnis sudah mulai dipersiapkan untuk grand opening. Mulai lagi lakukan evaluasi hasil soft opening apa perlu dilakukan perubahan-perubahan rencana. Kalo dalam permainan golf, apa diperlukan ganti stik golf untuk mencai target yang diinginkan.

Keenam, pukul bola, Action grand opening bisnis tersebut. Saat memukul bola pun pandangan kita tidak boleh terlepas dari bola. Harus terus berkonsentrasi pada bola, karena ketika kita buru-buru menoleh dan melihat tujuan bola, dijamin bola anda tidak akan mengarah pada target yang sudah anda rencanakan. Begitu pula dalam bisnis jika kita terburu-buru berharap segera tercapai target tersebut maka kita akan lupa pada prosesnya, karena menjadi sukses dalam bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan kata banyak orang.

Ketujuh, bola akan jatuh pada suatu tempat, sesuai target anda? Atau tidak? Dalam bisnis perencanaan sesuai target jarang terjadi, karena banyak faktor, begitupun golf se-pro apapun pemain golf pasti ada saja pukulannya yang kurang memuaskan. Namun seberapapun melesetnya jatuh bola tersebut harus dipertanggung jawabkan. Begitu juga dalam dunia bisnis, jikalau akhirnya target anda tidak sesuai rencana, sebagai pebisnis kita mesti mempertanggung jawabkan hasilnya. Kita pelajari dan evaluasi kesalahan apa yang kita buat? Perencanaannya? Penempatannya? Rekanannya? Promosinya? Dan sebagainya.

Walaupun ternyata pukulan anda benar-benar mendekati target yang diinginkan, anda mesti mempersiapkan diri untuk pukulan selanjutnya. Begitu juga dunia usaha, kita mesti terus berkembang dan mencapai target selanjutnya. Hingga mencapai target utama memasukkan bola ke dalam hole.

Golf is Business

Semoga Berguna

Gde Semadi Putra.

3 thoughts on “Golf is Business

  1. artikel favorit saya di web ini hehe.. penggambaran ttg golf dan bisnis di artikel ini sangat menarik. saya tertarik mengenal golf diawali dgn baca artikle ini wkt bulan mei 2014 hehe.. nice post bro. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s