Creating the “Oooww” Factor

Standard

Pernahkah anda merasakan sesuatu yang sebelumnya anda pikir tak mungkin dilakukan, lalu setelah anda lakukan dan selesaikan baru anda merasakan “oooww ternyata saya bisa melakukan itu atau ooowww gini ya rasanya atau oooww termyata gitu caranya, dan banyak oooww.. Oooww yang lainnya. Ini adalah sebuah pemikiran dari seorang CEO BPR terbesar di Bali.

Manusia dalam kehidupannya mengalami perubahan yang sangat drastis. yang saya maksud drastis dalam hal ini adalah, ketika kita masih anak-anak kita tidak pernah ragu mencoba sesuatu hal yang baru. Tanpa banyak berpikir kadang-kadang sampe dimarahin orang tua kita. Saat kita masih anak-anak banyak sekali oooww factor yang kita rasakan, oooww gini rasanya jatuh, oooww gini rasanya naik sepeda, dll.

Namun rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru menjadi hal yang dihindari terutama setelah melewati masa SMU. Manusia pada fase ini mengalami masa pengekangan dengan semakin meningkatnya kemampuan manusia mempertimbangkan sesuatu, dengan kata lain mulai ragu dengan batas kemampuannya. Selain itu semakin dewasa manusia di setting untuk tidak melakukan kesalahan karena takut dengan konsekuensinya.

Pemikiran yang banyak pertimbangan ini mengakibatkan banyak yang merasa terkekang. Padahal dengan kemauan saja manusia bisa melakukan hal-hal yang tidak terduga, contohnya: menarik truk sendirian, berlari dengan sangat cepat seperti usain bolt, dll.

Berikut penjelasan pak pribadi budiono:

Pada suatu meeting beliau meminta para staffnya untuk menyebutkan mimpinya masing-masing. Banyak mimpi-mimpi staff yang beliau terima, salah satunya adalah pergi keluar negri. Beliau berkata bagi staff, lancong keluar negri merupakan achievement tersendiri. Karena hampir semua staff belum pernah keluar negri, jadi banyak staff yang nanya, caranya gimana pak? Apa bener saya bisa kesana pak?

Beliau menjelaskan pertama, dalam satu minggu kalian buat paspor karena ini dokumen penting untuk lancong keluar negri.
Paspor akhirnya beres, setelah itu staff tersebut datang kembali, pak paspor saya sudah jadi lalu gimana ni?
OK, katanya
Setelah ini kamu mesti beli tiket dan tempat nginapnya.
Singkat cerita akhirnya staff tersebut membeli tiket murah dan penginapan murah. Perjalanannya keluar negri dilakukan 4 bulan kemudian.

Pada hari H-1 staff tersebut tidak bisa tidur, karena berpikir akan kepergiannya besok. Akhirnya hari H pun tiba, sang pengelana ini berangkat ke luar negri. Selama 4 hari ia berkeliling di luar negri, hari ke-5 dia tiba di rumahnya. Keesokan harinya ia mengunjungi kantor pak pribadi dan berkata “oooww gitu ya rasanya keluar negri pak” Sekarang saya tahu caranya.

Ternyata memang bisa ya saya lakukan? Begitulah pemikiran dibenak staff tersebut. Sadar akan kemampuannya akhirnya dia semakin berusaha mendapatkan “oooww factor” yang lainnya. Walaupun 4 bulan sebelum perjalanannya keluar negri staff tersebut sangat meragukan hal ini bisa terjadi.

Pelajaran apa yang kita dapatkan? bahwa setelah kita meyakini sesuatu yang kita inginkan itu bisa terjadi maka dengan upaya kita hal tersebut atau mimpi kita pasti dapat terwujud. Mulai skarang yakinkan diri anda bahwa mimpi anda pasti tercapai, targetkan diri anda, ketika telah tercapai, carilah oooww factor yang baru yang sama sekali belum pernah anda rasakan.

MIMPI + KEYAKINAN + TINDAKAN = KESUKSESAN.

2 thoughts on “Creating the “Oooww” Factor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s