Gara-gara Nila Setitik, Rusak “POLRI” Sebelanga

Standard

Polisi disebut-sebut sebagai salah satu Lembaga Negara yang berusaha melemahkan KPK, padahal dalam pernyataannya, KAPOLRI Bambang Hendarso Danuri menyangkal adanya praktik pelemahan justru menyatakan bahwa POLRI adalah Lembaga Negara yang ingin menegakkan keutuhan hukum di Indonesia.

Ayunan informasi media yang menggiring persepsi masyarakat akan terjadinya pelemahan KPK justru semakin kuat setelah KAPOLRI melakukan konferensi PERS. Disini posisi media massa seharusnya memberikan penjelasan yang kongkrit akan apa yang sebenarnya terjadi, BUKAN memperkeruh suasana dan membuat cerita-cerita yang tidak terjadi. Seperti yang kemarin saya dengar di TVONE, yang isinya Anggodo akan memberikan DUREN pada salam satu penerima telponnya, langsung diberitakan bahwa diduga DUREN itu adalah NARKOBA padahal Belum tentu benar. Yang benar dan sebenar-benarnya itu hanya dinyatakan di Pengadilan. Ini yang seharusnya dipahami.

Jika memang benar adanya terjadi penyalahgunaan kekuasaan secara terencana maka POLISI berhak melakukan penangkapan serta menjadikan Pak BIBIT dan CHANDRA tersangka dan POLRI diharuskan bertanggung jawab atas segala tindakan yang mereka dilakukan. Dalam hal ini memang segala konspirasi terdengar berujung pada Nama oknum POLRI “SD” dan “AHR” yang merupakan OKNUM kejaksaan. Nah kedua nama ini sebaiknya dijauhkan dari usaha penyidikan yang sedang berlangsung, baik itu dengan cara di berhentikan (jika perlu) atau di pindah tugaskan. Biarkanlah usaha penyidikan ini dilakukan oleh orang baru yang memang jelas INDEPENDEN dan memiliki INTEGRITAS dalam memcahkan ADA atau TIDAK-nya KONSPIRASI dalam penyidikan.

POLISI yang baru-baru ini berhasil mengeliminasi Teroris kelas KAKAP Noordin M Top, justru mengalami kemunduran dalam hal kepercayaan masyarakat, khususnya dalam usahanya yang ikut memberantas korupsi di negeri ini. Memang saya sendiripun masih mengalami pungli di jalan raya (ini masih kerap terjadi) dan tidak bisa dipungkiri dari ratusan ribu pengikut facebook pembebasan BIBIT dan CHANDRA mungkin ada beberapa yang cuman IKUT-IKUTAN gara-gara kesal akibat tindakan oknum Kepolisian yang masih terus-terusan melakukan PUNGLI. Tetapi saya tetap yakin bahwa tidak semua masyarakat percaya bahwa tindakan POLRI sepenuhnya salah, disini ada perpecahan sistematis tentang dukungan terhadap apa yang dilakukan POLISI dan dukungan akan pembebasan BIBIT dan CHANDRA.

Nah kalau menurut saya sendiri, biarkan saja POLRI melakukan penyidikan terhadap BIBIT dan CHANDRA, kita harus lihat APA SAJA hasil dari para Anggota Dewan dalam membuat Undang-Undang khususnya yang menyangkut KEWENANGAN Lembaga Negara. Memang Tidak BOLEH satupun Lembaga Negara bertindak tanpa dasar HUKUM yang Jelas atau Bertindak Sewenang-wenang, dan tanpa dasar hukum yang jelas Lembaga Negara manapun yang tidak berhak menyadap percakapan antara Pengacara dan Clientnya.

POLRI juga harus tetap transparan dalam menjalankan proses penyidikannya tapi tidak menyiarkannya melalui MEDIA MASSA melainkan langsung Konferensi Pers ataupun dimuat melalui Official Web Sitenya. Jika memang terdapat kelemahan dari Undang-Undang yang berlaku, maka Undang-Undangnya yang harus dirubah, Nah Jika Oknum Kepolisiannya yang melakukan kesalahan, Maka Dia-lah yang harus di Meja Hijaukan.

MERDEKA!

One thought on “Gara-gara Nila Setitik, Rusak “POLRI” Sebelanga

  1. Made Suyasa

    Saya jg mendenger dan memantau berita ini dari US dan kelihatannya menarik perhatian, khususnya dalam hal tumpang tindihnya wewenang lembaga negara, yang mana 2 penegak hukum justru saling bentrok.. Menarik sekali..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s