Survey Cap Jempol

Standard

Pada awal juni 2009 banyak beredar berita tentang capres No. 2 (SBY) yang masih memikat 70% rakyat Indonesia. Diklaim margin of errornya kurang dari 2 %, bayangkan kemungkinan kemenangan SBY yang 70% ini jika ini benar-benar terjadi. Benarkah kemungkinan ini masih ada di tengah menurunnya tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dalam 5 tahun terakhir.

Pemerintah yang dalam hal ini ujung2nya pasti pak SBY, merupakan target dari segala keluhan yang muncul di permukaan, baik itu berita maupun kasak-kusuk warga. Capaian pemerintah 5 tahun terakhir pun ikut di klaim oleh pak JK yang juga ikutan melenggang menjadi Capres 2009 – 2014. Bahkan MEGA yang selalu berorasi dengan ekonomi kerakyatannya pun selalu mencari kelemahan pemerintah.

Lembaga Survey Indonesia belakangan ini selalu dikritik menjadi backing capres no. 2 dalam pemenangan pilpres juli nanti. Memang angka 70% persen itu sangat susah untuk diterima dengan akal sehat, bagaimana tidak?? saat Lembaga Riset Informasi (LRI) menyatakan elektabilitas SBY hanya 33%, LSI malah menyatakan lebih dari itu.

Memang di negara maju pun ada beberapa Lembaga Survey yang digunakan oleh Capres atau Partai Politik tertentu guna mempengaruhi pemilih. Sebenarnya ini merupakan hal yang klise kalau kita lihat secara akal sehat. Para pemilih di Indonesia itu dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Pemilih yang memiliki kesadaran untuk Memilih
2. Pemilih yang tidak memiliki kesadaran tapi tetap Memilih
3. Pemilih yang sama sekali tidak memiliki kesadaran untuk memilih

Para pemilih yang pertama memiliki persentase yang amat kecil di Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang sadar betul situasi politik dalam negeri dan selalu mengikuti berita serta debat dari para calon presiden. Kemungkinan memilih dari pemilih type ini, memiliki persentase yang sama terhadap masing-masing calon. Calon Presiden mana yang menurut mereka paling masuk akal dalam menyampaikan visi misi dan janjinya Capres itulah yang akan mereka contreng. Nah pemilih type ini tidak akan memilih berdasarkan survey atau apapun itu termasuk sogokan dari capres.

Pemilih type kedua merupakan pemilih yang bisa dibilang ikut arus. Pemilih type ini mempunya persentase terbesar. Banyak dari mereka merupakan rakyat yang memiliki pendidikan yang maksimal 9 tahun. Pemikiran mereka banyak dipengaruhi oleh, Kepala Desa, Kepala Preman, Kepala RT/RW dan kepala kepala lainnya. Selain itu uang juga merupakan salah satu pemicu mereka dalam memilih capres tertentu. Hal lainnya yang mempengaruhi pemilih type ini juga adalah kebiasaan “terbiasa memilih partai warna tertentu”, klenik “mendengar wasiat dari dukun/peramal tertentu”, perasaan “kasian melihat capres tertentu dizolimi”, merasa bersaudara “merasa capres tertentu berasal dari daerah yang sama dengannya”, dan masih banyak lagi yang tidak masuk akal tapi mempengaruhi pemilih ini. Nah, termasuk juga bersarnya persentase hail survey, ini mampu mendongkrak pasangan capres tertentu dalam pemenangannya, karena ini sangat bersar pengaruhnya terhadap pemilih type ini.

Type ketiga adalah pemilih yang sama sekali tidak memiliki kesadaran untuk memilih. Entah karena mereka malas, berkelit dengan alasan kerja, tidak perduli dengan bangsanya atau menganggap pemilu tidak berguna. Type ini sering disebut dengan julukan GOLPUT yang juga merupakan terbesar kedua setelah type kedua, walaupun ga besar2 amat persentasenya. Nah type pemilih ini tidak akan terpengaruh oleh apapun itu termasuk hasil survey.

Kalau kita melihat dari apa yang akan mereka raih dengan melakukan improvisasi kampanye dengan mengandalkan hasil survey, hasil dari provokasi ini bisa mengikat voters/pemilih type kedua. Pemilih ini memiliki persentase terbesar di Indonesia. Walau dengan penuh kritik dari para pengamat politik dan praktisi politik, dengan kemungkinan kemenangan yang semakin besar, akan semakin besar pula sifat “tidak tahu malu”nya para tim pemenangan ini.

Sebenarnya apa yang lembaga survey lakukan ini Purely Business hanya di serempetkan ke politik oleh para kritikus. Semakin sering kita mengkritik mereka akan semakin mendulang pula keuntungan yang mereka dapatkan dari promosi yang secara tidak langsung ini.

2 thoughts on “Survey Cap Jempol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s