SBY Bersalaman dengan Mega?? Berkah??

Standard

Si Merah dan Si Biru, Api dan Air, Dingin dan Panas, Cocok sekali isitilah ini mencerminkan SBY dan MEGA. Dua duanya berasal dari partai berlatar belakang nasionalis, tapi EGO masing-masing seolah mengalahkan pentingnya menciptakan rasa damai di tengah sensitifnya rakyat terhadap isu-isu yang mengadu domba. Nah, berhubungan dengan itu tepat pada tanggal 30 Mei 2009, pada waktu KPU membagikan nomor urut Capres, SBY MEGA bertemu dan apa yang terjadi???? Ternyata SBY dan MEGA “bersalaman!!”, seperti yang di beritakan Detik.com

Mega-SBY Bersalaman Singkat & Dingin


Mega yang datang terakhir menjadi yang paling ditunggu-tunggu oleh media massa dan rakyat Indonesia, maukah SBY dan MEGA berjabat tangan demi kepentingan rakyat. Keraguan itu terbantahkan, SBY yang saat itu sedang menunggu MEGA sebagai salah satu calon Presiden akhirnya berdiri dan menghampiri MEGAWATI, sembari tersenyum, beliau menyalami MEGA, walau hanya sesaat.

Pada sesi foto setelah pembagian nomor urut, SBY mendapat nomor 2 dan MEGA dapat nomor 1, mereka berdua berdiri hanya dipisahkan oleh PRABOWO. Begitu sesi foto ini selesai terlihat sekali MEGA berusaha menghindari SBY, sampai akhirnya entah mendengar siapa yang nyeletuk agar MEGA menyalami SBY. Ini terlihat sekali bahwa masih adanya friksi antara SBY dan MEGA. MEGA terlihat menghindari pak SBY bahkan justru pak SBY yang terlalu berharap agar disalami mantan atasannya itu.

Kurang dewasanya MEGA dan SBY ini yang menyebabkan terjadinya perang dingin antara keduanya. Padahal seharusnya pemimipin itu ngasi contoh, masa pemimipin sibuk ngurusin IMAGE?!?!? mau jadi apa bangsa ini nantinya. Para pemimpin harus berusaha untuk tidak memecah belah kesatuan bangsa, tanpa membedakan dari mana CAPRES ini dari mana CAPRES itu, karena pada tahun 1928 kita sebagai bangsa sudah berjanji untuk berbangsa satu bangsa Indonesia.

Tidak ada sepatah katapun terucap antara SBY dan MEGA seolah keduanya hanya tampil bisu untuk menyenangkan rakyat bahwa pemimpinnya masih berkomunikasi dengan baik. Ini berpotensi menyebabkan terjadinya konflik pada grassroot masing-masing partai. Walaupun saat ini dikatakan rakyat sudah dewasa tapi sebagian besar rakyat Indonesia, masih memiliki pendidikan dibawah standar, dan kemampuan moralnya di bawah rata-rata, ini yang mampu menyebabkan konflik antar pengikut partai, kita pasti ngga mau hal ini terjadi lagi seperti pada tahun 1998.

Kita lihat apa yang dilakukan SBY dan JK yang berpolitik dengan baik, pada saat di pemerintahan akur pada saat kampanye saling adu sindir. Ini baru dewasa dalam berpolitik, nah pertanyaannya kenapa SBY sama JK bisa sama MEGA ngga bisa?? Apa benar sebegitu peliknya konflik antar keduanya pada saat SBY keluar dari kabinet MEGA?? apa MEGA begitu mendendam di kalahkan bawahannya saat itu?? apa mereka berdua hanya menjaga IMAGE agar tidak dikira menyerah duluan?? atau hal lainnya?? Hanya mereka berdua yang tau. Kita akan lihat apa yang akan dilakukan MEGA dan SBY pada saat debat terbuka yang mana jelas-jelas mereka akan saling berargumen satu sama lain sebanyak 3 kali, apa akan menambah konflik atau menjadi baikan, kita lihat saja nanti. Mari kita Ikuti Politik dalam negri dengan KEPALA DINGIN, tanpa terpengaruh apa yang diperebutkan ELIT PARTAI..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s