One True European Giant

Standard

Pertarungan final antar dua klub besar eropa pada European Champions League menunjukkan begitu sengitnya pertaruhan sebuah nama besar.

Barcelona, tim yang baru saja mengganti pelatihnya musim ini dari Frank Rijkaard ke Pep Guardiola, sudah menunjukkan taringnya dengan menjuarai liga spanyol musim ini (2008 – 2009). Tim yang dipenuhi dengan pemain bernama besar ini pun terlihat sulit terkalahkan. Ditambah lagi dengan pemain sekelas messi, henry, eto’o, Iniesta dan Puyol. Permainan apik mereka mampu membungkam para kritikus, kemenangan-kemenangan selau diraih dengan kerjasama dan taktik short pass yang brilian. Ini membuat mereka berhasil menggapai final liga champions.

Manchester United, klub yang di manajeri Sir Alex Ferguson ini memiliki strategi rolling pemain yang luar biasa jitu. Kalau dilihat dari strategi permainan, sih biasa-biasa saja, short pass, long pass dan changing position. Tapi tetap, strategi terjitu Man Utd adalah rolling pemain, yang selalu membuat pemain-pemainnya bugar dan ready untuk setiap pertandingan. Pemain yang menonjol di MU adalah, CR7, Rooney, Berbatov, Rio Ferdinand, Giggs dan Van Der Sar. CR7 yang tahun ini mendapat gelar FIFA world best player, memang begitu menggeliat musim lalu, tapi kurang tajam musim ini, walaupun memang masih ada saja gol2 spektakuler yang tercipta lewat kakinya. Kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman, menjadikan strategi rolling semakin baik, dan inilah yang bisa membuat MU pelan2 manapaki tangga liga champion hingga ke final.

Melihat dari kondisi para pemain kedua klub ini memang tidak menjadi masalah, kenapa?? Karena mereka sudah memenangi liga mereka 2 pertandingan sebelum final, jadi pemain inti dapat di istirahatkan. Jika dilihat dari segi ini permainan final liga champions akan seru, karena semua pemain akan FIT. Jadi posisi MU dan Barcelona masih 1 – 1.

Jika dilihat dari kemampuan manager mereka masing-masing, Alex Ferguson punya keuntungan, karena pengalamannya yang berhasil menjuarai dua kali liga champions dan puluhan gelar domestik inggris. Sedangkan kompetitornya, Pep Guardiola, minim pengalaman manajerial, dan baru saja mengarsiteki Barcelona. Nah, sekarang MU memimpin 2 – 1.

Kalau dilihat dari segi sejarah memang MU memiliki keuntungan lagi, karena setiap kali mereka mencapai final, mereka selalu menang berbeda dengan barcelona. Jadi MU mendapatkan satu nilai lebih lagi dan skor menjadi 3 – 1.

Kalau dilihat dari hasil undian seragam yg digunakan, maka Barcelona lah yang mendapat keuntungan. Menggunakan baju Home kebesarannya, stripe merah biru, bisa menambah motivasi para pemain. Dibandingkan MU yang hanya menggunakan baju away yang berwarna putih. Walau faktor ini dibilang minim pengaruh, tapi mampu memberikan kesan “wah” bagi para pemainnya. Jadi Barcelona menguntit lagi dengan skor, MU 3 – Barcelona 2.

Nah, setelah beberapa ulasan tersebut memang MU terlihat lebih unggul dari Barcelona, tapi yang namanya pertandingan sepak bola, segala kemungkinan bisa saja terjadi, faktor yang mempengaruhi begitu banyak, contoh saja: wasit, lapangan, konsentrasi pemain, suhu udara, suporter dan hal- hal lainnya. Prediksi hanyalah prediksi, pertandingan sebenarnya akan berlangsung sebentar lagi tepatnya pukul 03.00 (GMT + 8) jadi nikmatilah pertandingan yang menentukan juara eropa musim ini, penentuan ONE TRUE EUROPEAN GIANT.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s