Kompetisi 3 Bakal Calon Presiden

Standard

“Seru” itulah kata-kata yang sering terucap dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Kenapa tidak, Indonesia yang baru kali kedua melakukan Pemilu langsung. Kalau diumpamakan manusia, Indonesia ini masih balita dalam hal ini.

Baru kali ini pula proses kampanye dilalui dengan cara saling sindir menyindir. Nah disini lah letak serunya. Kenapa??? Karena masyarakat dapat menonton dan menyimak percaturan politik dan sengit tapi harus bersahaja. Sebenarnya sindir menyindir ini sah-sah saja, namun haruslah menggunakan kalimat positif. Katakan saja jusuf kalla yang menyindir SBY dengan cara mengumumkan slogan ‘lebih cepat, lebih baik’ jelas ini merupakan sindiran yang secara tidak langsung mengatakan SBY lambat. Nah, SBY jg menyindir dengan cara yg santun dengan mengatakan “Saya membuat keputusan tidak grasa grusu, tapi tepat sasaran”. Wah, ini kan asik di dengar, akhirnya politik di Indonesia bisa menjadi seni. Hanya masalahnya saat ini mereka itu baru BaCaPres (Bakal Calon Presiden) belum Capres, menunggu keputusan KPU akhir mei ini. Hmmm, baru Bacapres aja udah saling sindir gimana kalo udah kampanye beneran ya?? Pasti bakal seru banget.. Kita ikuti saja perjalanan ceritanya.

Nah sekarang mari kita perbincangkan tentang pengamatan saya mengenai ketiga Capres di beberapa bidang.

Ekonomi
Bidang ini memang selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia, lah gimana tidak, wong sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Kita akan membahas ini berdasarkan waktu deklarasi mulai dari yg tercepat hingga yang terakhir.

Pak JK (Jusuf Kalla), beliau memiliki background bisnis, perusahaannya merajadi percaturan bisnis Indonesia Timur Khususnya Makassar. Memang kalau dilihat dari media, entah ini benar atau tidak, yang mengkonsepkan BLT adalah pak JK. Ini berarti beliau masih memiliki hasrat untuk memajukan rakyat kecil dengan cara membari bantuan. Walaupun kalau dilihat dari segi itung-itungan bisnis, ini pure BISNIS tricks. Kenapa?? Pada masa krisis seperti ini BLT merupakan salah satu alat untuk menggerakkan ekonomi, jadi fungsinya dengan memberikan uang pada rakyat otomatis rakyat akan membelanjakan uang tersebut, ngga mungkin ditabung, namanya juga rakyat miskin, jadi ekonomi ngga mandeg karena duit itu pasti akan kembali lagi ke negara. Ah, pinter banget ni wapres. Itu pemikiran saya saat itu, tapi saat berjalan, eh, kok agak ngga karuan.. Data kurang jelas, penentuan rakyat miskin juga tidak ada dasarnya, masa kategori rakyat miskin itu yang rumahnya berlantaikan tanah. Saya punya tuh paman yang punya ladang luas tapi rumahnya berlantaikan tanah, apa ini namanya miskin?? Haha, lucu banget. Malahan yang miskin beneran ngga dapet bantuan.

Oke itu BLT, lalu lanjut ke kebijakan JK yang justru PRO bisnis, contoh, konversi ke LPG, ASTRO, dll. Ini kebijakan yang nyata-nyata tidak memihak rakyat kecil, memang kalau dilihat dan dijalankan dengan benar LPG itu menghemat tapi pada akhirnya pemerintah kembali kecolongan, karena saking banyaknya LPG meledak lah, harga LPG juga naik lah. Ini kelihatan sekali grasa grusunya, tanpa pondasi kebijakan dan sistem yang jelas sudah main jalan saja, ya repot. Jadi kesimpulannya, menurut saya begitu JK naik kebijakan yang beliau terapkan pasti akan lebih berpihak pada pengusaha bukan rakyat kecil.

Pak SBY, adalah orang yang hati-hati mengambil keputusan sampai-sampai sering dibilang lamban dan ngga tegas. Tapi dibalik semua itu kebijakan yang beliau putuskan so far so good tuh. Memang kalau dilihat dari gerak-gerik beliau tidak terlalu memihak pada konsep ekonomi tertentu, baik itu terlalu berpihak pada rakyat ataupun terlalu berpihak pada ekonomi “neolib”. Terkesan kebijakan yang beliau putuskan adalah baik untuk sesuatu yang diperlukan saat itu. Misalkan saat harga minyak naik, beliau memutuskan untuk menaikkan harga BBM ini jelas-jelas berguna untuk tidak membangkrutkan negara, sedangkan saat seperi sekarang dimana bensin mulai merangkak naik, bensin belum dinaikkan karena adanya surplus dari keuntungan yang didapat dari murahnya harga minyak dunia kemarin, kebijakan yang kedua ini berpihak pada rakyat.

Memang banyak yang berkata BaCaWapres beliau ini menerapkan konsep “neolib”. Tapi justru beliau lah yang mengOKEkan Bank Syariah. Lah ngga kebukti dong?? Tapi ngga gitu juga, beliau ini terlihat memiliki konsep yang sama dengan pak SBY, yaitu membuat keputusan yang menyelamatkan sesuatu saat itu. Tapi walaupun beliau ini “neolib” ya mau apa?? Kan yang buat decision itu pak SBY, kalau SBY bilang ngga ya ngga jalan deh, jadi masih aman. Apapun kata orang-orang elit sana, saya sendiri melihat pak SBY ini akan menjalankan sistem ekonomi yang pro rakyat dan pro pemerintah, ini penting karena sistem ini akan jauh lebih fleksibel dan menguntungkan negara dan rakyat.

Lalu ibu Megawati, beliau selalu terkesan pro rakyat, sampai-sampai deklarasi pun di pembuangan sampah. Katanya sih yang dateng ngga diundang dengan uang, semoga itu yang sebenarnya. Saya melihat ibu Mega ini terlalu pro rakyat, kenapa?? Soalnya banyak BUMN dulu dijual atas keputusannya, demi rakyat/ agar rakyat ga menderita katanya.. Tapi ini kan jelas-jelas merugikan negara kita yang bermartabat ini. Susah-susah bikin Indosat yang merupakan satu-satunya perusahaan satelit di asia tenggara saat, eh malah dijual, mana data-data militer juga mudah dilihat dari sana, wah gawat deh. Terlihat kalau kebijakan yang terlalu pro rakyat ini dijalankan akan menyebabkan stagnansi pada pertumbuhan ekonomi, karena kalau purely untuk rakyat yang harus dijalankan pemerintah adalah membantu rakyat kecil, meringankan beban rakyat kecil. Memang kedengarannya bagus, tapi mau diapain tuh utang negara yang masih banyak?? Mau buat negara bangkrut?? Nanti terjadi propinsinya merdeka lagi. Fiuh, kurang fleksibel, itu sih yang saya lihat. Kalau kebijakan ini dijalankan waktu negara udah ga punya utang sih oke yang kalau sekarang sih belum. Jadi ibu Mega menurut saya masih terlalu berpegang teguh pada ekonomi yang terlalu pro rakyat kecil yang justru akan tidak menguntungkan negara dan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, lah jangka pendek aja susah gimana jangka panjang.

Dari segi Politik
Pak JK punya kemampuan melobi yang luar biass “katanya”, karena saya belum pernah dilobi pak JK. Kalau memang benar ini akan berguna untuk mencari dukungan negara-negara di kawasan asia tenggara, asia, bahkan dunia. Betapa tidak, Indonesia harus kembali menampakkan diri setelah lama dianggap sebelah mata oleh bangsa lain. Namun pak JK punya kelemahan dimana beliau didukung oleh partai yang kader-kadernya maestro politik semua, jadi salah dikit bisa berabe, mana kader-kadernya juga pada mumpuni semua lagi, jadi semua punya pemikiran sendiri-sendiri rapimnas ga dianggep.

Pak SBY sendiri, jika terpilih, beliau akan punya mayoritas suara DPR berkat menangnya demokrat di pileg kemaren. Jadi kebijakan kebijakan yang sempat tertunda karena kurangnya dukungan mestinya bisa dijalankan. Memang jika dilihat dari media SBY ini jauh dari kesan licin dalam politik, tapi jika dirangkum, tindakan-tindakan politis beliau menjadi jelas. Siapa yang sangka BBM diturunkan 3 kali bisa mendulang suara? Siapa yang sangka, dengan membuat seolah terzolimi bisa jadi presiden?? Siapa sangka dengan hanya mencitrakan diri sebagai seorang yang santun bisa jadi juara?? Ahh itu semua mah politis, beliau memang TOP dalam hal ini, masyarakat tetap meilhat sosok yang santun tapi di belakang layar beliau gencar beregerilya.

Ibu Mega terlihat terlalu terpengaruh oleh orang-orang sekitarnya, ingat sekali waktu pidato di jawa timur tentang BLT beliau mengkritik keras itu BLT padahal fraksinya di DPR setuju kok?? Terus ada deh iklan tentang PDIP menyetujui BLT wah gawat nih.. Karena seharusnya seorang ketua umum dan capres ga boleh plin plan dalam menetukan kebijakan politisnya. Mana bisa negara di begitukan. Kader-kadernya juga terkesan jauh dari santun, karena selalu mengandalkan siapa yang lebih berkuasa dan jago (preman). Kalau terus-terusan begini ya nanti bisa brabe nih negara, ini harus segera diperbaiki, saya sendiri melihat sekjen PDIP “pramono anung” adalah orang yang intelek, menurut saya PDIP harus lebih banyak mencari orang-orang seperti beliau dan bukan preman.

Pendidikan

Kalau dalam bidang ini SBY dan JK memang memiliki peranan yang mendalam dan memang terbukti membawa bangsa ini untuk pertama kalinya memenuhi kebutuhan pendidikan dengan menganggarkan dana pendidikan menjadi 20% dari APBN. Kalau dihitung hitung dana pendidikan aja bisa ngalahin dana untuk perbaikan pesawat. Tapi yang terjadi di lapangan justru, dinas-dinas pendidikan daerah kurang siap dalam menjalankan dana tersebut. Baik kepala Dinas maupun perangkat-perangkat pendidikan yang ada di daerah tidak sigap menyiapkan konsep-konsep ataupun ide tentang mau di kemanakan duit yang sebanyak itu. Kalau cuman untuk gaji guru sih pasti cukup banget. Tapi yang diperlukan oleh anak-anak Indonesia sekarang ini kan masih saja tentang BUKU lah, SPP lah, Uang Bangunan lah. Kebijakan meningkatkan anggaran ini memang harus dipertahankan tapi jangan juga sampai tidak karuan.

Ibu Mega sendiri kurang intense mengawasi kegiatan di bidang pendidikan, hanya saja setelah kampanye pemilu, barulah beliau memperdulikan yang namanya pendidikan. Jadi kebijakan semasa beliau memerintah RI masih berkutat saja pada kebijakan-kebijakan ekonomi belum menyentuh pendidikan. Entah karena di masa itu anak-anak Indonesia dianggap pintar atau kenapa, yang penting beliau kelihatan kurang sigap dalam memajukan pendidikan nasional.

Hukum dan HAM

Bidang ini mempunyai nilai berat pada pemerintah, bagaimana tidak?? setiap ada orang hilang selalu saja pemerintah yang disalahkan. Padahal, belum tentu pemerintah yang melakukan itu, bisa saja petinggi negara yang tidak bertanggung jawab, ataupun memang mafia atau memang hilang…

Nah, Kalau di bidang ini SBY menurut saya masih memegang tonggak kemenangan, karena dengan aksi-aksinya dan kebijakannya yang tergolong bersih mampu mencitrakan dirinya sebagai seorang presiden yang bersih dan jauh dari pelanggaran-pelanggaran HAM. Bahkan besan beliau pun tidak diperdulikan demi hukum, ini keputusan yang berat tapi tetap menjaga kewibawaan hukum di Indonesia.

Lain halnya dengan dua kandidat yang lain, Pak JK dan Ibu Mega belum teruji mumpuni mengatasi masalah hukum dan HAM. pada zaman Ibu Mega saja ngga ada tuh koruptor yang ditangkap. Nah saya kurang tahu kalau nanti pak JK terpilih. Tapi saya sih yakin bila beliau terpilih justru akan terjadi korupsi meraja lela. Karena yang diutamakan itu hanya pelaku ekonomi besar saja.

Pertahanan dan Keamanan

di Bidang ini Megawati memegang kemenangan karena pada zamannya lah beberapa pesawat tempur dan kapal tempur dibeli. HanKam adalah integritas sebuah negara, dimana bangsa ini sudah terlecehkan dari bangsa lain karena peralatan militernya yang sudah jauh dari kesan hebat. Mengembalikan kedigjayaan bangsa berarti harus berjuang untuk mendapatkan peralatan militer yang terbaik di kelasnya, dan inilah yang dilakukan dengan sukses oleh ibu Mega.

Sedangkan hasil karya SBY JK adalah semakin majunya pabrik senjata dalam negri, itu saja. Justru, anggaran militer malah dipotong demi menutupi low budget yang lain. Ini justru menghambat bangsa ini untuk berkembang lebih jauh menjadi negara yang berintegritas.

Secara umum memang kekuatan pendukung dimiliki oleh Pak SBY dan Ibu Mega. Sementara pemilih JK diperkirakan akan jauh dibawah kedua kandidat tadi. Ketiga kandidat ini memiliki karakter yang benar-benar berbeda. Pak SBY memiliki karakter santun, berhati-hati, tegas, berwibawa dan JAIM. Ibu Mega berkarakter Gelagapan, Bersemangat, Lamban, Kurang bisa Berkomunikasi dan Terlalu percaya bawahan. Sedangkan Pak JK memiliki karakter Bersemangat, Lobyist, Suka bercanda, grasa grusu, Cerdik, Cepat tanggap.

Nah sekarang kita berandai-andai, semua kandidat ini bisa memenangkan pemilihan presiden, bila:

1. SBY menang, kalau diadakan debat publik di depan ratusan rakyat yang dipilih secara acak, kenapa karena karakter SBY yang berwibawa dan santun mudah memperoleh simpati masyarakat.

2. Mega menang, jika tidak diadakan debat publik.

3. JK menang, jika pemilihnya semua pebisnis.

Hah, itu kan semua andai andai. Jadi anda tau lah saya akan milih PAK SBY!!!!.. mari dukung terus, LANJUTKAN!!!! mau tau kenapa??? karena saya sendiri belum siap memiliki pemimpin baru yang belum jelas negara ini akan dibawa kemana. Memang siapapun presidennya negara ini akan kira-kira masih seperti ini lah, semua orang masih akan tetap memikirkan gimana caranya nyari makan  tapi tetep, selama negara ini dipegang sama orang yang tepat, kehidupkan di negara ini walaupun belum sejahtera amat, tapi masih lah bisa nyari makan.

Selamat memilih!!!

Picture from Wikipedia
Powered by Telkomsel BlackBerry®

One thought on “Kompetisi 3 Bakal Calon Presiden

  1. Terlalu pro rakyat kecil..saya setuju mas..itulah Megawati..nti penghasilan menengah ke atas dan orang kaya bisa turun kalo megawati dan prabowo menang..tetapi, ada tapinya…Rakyat kecil meningkat penghasilannya, fasilitas untuk mereka semakin meningkat..tentu ga seperfect itu, saya harap utamakan luar jawa deh, lebih sengsara.so, hidup rakyat kecil…

    Beda dikit gpp dung..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s